Tuesday, July 9, 2013

Pesan Dibalik Tawa Manusia Duyung



Kursus Drum Di Jakarta
Alkisah, di pinggir kota pelabuhan bernama Hofn, Iceland, hiduplah seorang nelayan bersama istrinya. Setiap hari, nelayan itu mengayuh perahunya ke laut untuk menjala ikan. Kadang ia beruntung, kadang tidak terlalu beruntung.
Nelayan itu pernah mendengar kabar bahwa di daerah tempat tinggalnya terpendam satu peti emas. Namun, ia tidak tahu di mana harta itu berada. Tidak mungkin kan, dia menggali setiap jengkal tanah di sekitar rumahnya? Akhirnya, sang nelayan hanya memendam impian agar bisa menemukan emas tersebut dan ia tidak perlu bersusah-payah menjala ikan setiap hari.

Monday, July 8, 2013

Kartini Menerangi Indonesia

Kursus Drum Di Jakarta

Kartini selama ini kita mengenalnya hanya sebagai seorang yang memperjuangkan emansipasi wanita dan merupakan pahlawan bagi kaum wanita. Namun pola pemikiran dari Kartini banyak dari kita yang belum paham. Bukunya yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang yang berisikan banyak pemikiran dia mengungkapkan banyak hal mengapa seorang Kartini dikenang sebagai pahlawan bagi kaum perempuan.

Di abad ke 19, dimana ketika itu sebagian besar masyarakat Indonesia masih buta huruf, Kartini muncul sebagai perempuan yang begitu banyak menorehkan pemikirannya untuk bangsa Indonesia. Pemikirannya tentang peranan perempuan dalam keluarga dan masyarakat, Kegelisahannya tentang agama, dan penolakkannya terhadap budaya feodal tertoreh jelas pada tulisan Kartini dalam surat-suratnya.

Surat-surat Kartini untuk pertama kalinya diterbitkan pada 1911 di Semarang, Surabaya, dan Den Haag atas prakarsa Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda, Mr Jacques Henry Abendanon dengan judul Door Duisterni tot Licht: Gedachten Over en Voor Het Volk van Raden Ajeng Kartini.

Karena berbahasa Belanda, surat-surat itu hanya dibaca kalangan terbatas. Pada 1922, buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran. Karya Kartini ini juga sempat diterjemahkan ke dalam bahasa Sunda dengan judul Ti Noe Poek Ka Nor Tjaan dan bahasa Jawa dengan judul Mboekak Pepeteng.

Habis Gelap Terbitlah Terang hanya memuat segelintir dari ratusan surat Kartini. Namun, dari tulisannya kita menjadi bisa lebih mengerti pergulatan pemikirannya dan bisa memahami mengapa ia pantas menyandar gelar pendekar bangsa.

Monday, April 29, 2013

Iman Prabawa : Sharing Pembelajaran Melalui Internet


iman-prabawa
Iman Prabawa lahir di kota Pekalongan yang sejuk pada tanggal 26 April 1978, sesosok anak manusia yang kemudian mensharingkan apa yang dia ketahui mengenai drum melalui internet. Dia sangat gigih mensharingkan ilmu-ilmu soal drumnya di blog belajar drum miliknya.
Awalnya iman prabawa memulai dengan membuat video-video saja dari sebuah kamera handphone. Saat itu dia ditantangin oleh seorang temannya yang melihat apa yang sudah dilakukan oleh iman prabawa di studio rental miliknya di daerah Bogor. Ketika itu iman prabawa banyak mensharingkan ilmu-ilmu drumnya yang diperolehnya lewat belajar musik di Universitas Pelita Harapan kepada orang-orang yang menyewa studionya saat itu secara gratis.

Sunday, April 14, 2013

Alfred Nobel : Kisah Dibalik Penghargaan Paling Bergengsi Di Dunia


Nama Nobel selalu dikaitkan dengan penghargaan kemanusiaan. Tak banyak yang tahu beragam sisi hidup si penggagas, yang juga seorang penemu dinamit, penyair yang penyendiri, dan inventor jenius.
Swedia, 21 Oktober 1833, lahirlah seorang bayi laki-laki yang dinamai Alfred, putra keempat dari Immanuel Nobel, penemu dan insinyur sukses yang membangun jembatan dan gedung. Dari pihak ayah, Alfred masih keturunan Olof Rudbeck, ilmuwan terkenal dari abad 17 yang membantu Swedia berkembang pesat.

Friday, April 12, 2013

Aisha Uddin : Demi Islam, Kuhadapi Segala Tantangan


“Keluargaku tak senang. Mereka terus memprotes identitas Muslmiku, terus menginterogasi jika aku mengenakan jilbab,” keluh Aisha Uddin. Laura, demikian nama lamanya sebelum menjadi Muslimah. Namun, demi meleburkan hatinya pada jalan Islam yang lurus, ia kini enggan menggunakan nama itu. Ketulusan dan keikhlasannya menjadi Muslimah rupanya tak berbanding lurus dengan respons orang tua dan keluarganya. Mereka menolak keras keislamannya.

Friday, March 15, 2013

Perjalanan Hidup Bob Sadino

 Bob Sadino (Lampung, 9 Maret 1933), atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.

Thursday, March 7, 2013

Marie Tussaud : Kisah Pengukir Lilin Yang Mengabadikan Tokoh Dunia

Mendengar nama Madame Tussaud's, kita langsung terbayang museum penuh patung lilin yang wajib dikunjungi. Meski sang pendirinya menyimpan sebuah kisah kelam, jaringan museumnya senantiasa menawarkan kegembiraan dan inspirasi.
Hidup Marie Tussaud berawal ketika ia lahir dengan nama Anna Maria Grosholtz pada 1 Desember 1761, di tengah keluarga miskin di Perancis. Lingkungannya begitu miskin hingga orang-orang disana biasa menjual gigi mereka agar bisa membeli makan.
Ayah Marie adalah seorang tentara, namun ia harus tewas terbunuh di tengah medan perang dua bulan sebelum putri kecilnya lahir. Sang ibu yang menjanda kemudian pergi ke Swiss untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Ia mendapat pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga di rumah seorang dokter bernama Phillipe Curtius. Dokter yang baik hati ini mengizinkan ibu Marie dan bayi perempuannya untuk tinggal di rumahnya.