Skip to main content

Posts

Showing posts from 2013

Pesan Dibalik Tawa Manusia Duyung

Alkisah, di pinggir kota pelabuhan bernama Hofn, Iceland, hiduplah seorang nelayan bersama istrinya. Setiap hari, nelayan itu mengayuh perahunya ke laut untuk menjala ikan. Kadang ia beruntung, kadang tidak terlalu beruntung.


Nelayan itu pernah mendengar kabar bahwa di daerah tempat tinggalnya terpendam satu peti emas. Namun, ia tidak tahu di mana harta itu berada. Tidak mungkin kan, dia menggali setiap jengkal tanah di sekitar rumahnya? Akhirnya, sang nelayan hanya memendam impian agar bisa menemukan emas tersebut dan ia tidak perlu bersusah-payah menjala ikan setiap hari.
Suatu kali, seperti biasa nelayan itu menebar jala ikannya ke tengah laut. Tak lama, ia merasakan sentakan kuat. Nelayan itu langsung bersemangat. Ia membatin, “Hari ini aku pasti dapat ikan besar!”.

Nelayan itu mulai menarik jala ikannya. Semakin lama, jala tersebut terasa semakin berat, jauh lebih berat dari biasanya. Nelayan itu menarik dengan segenap tenaga, sampai akhirnya isi jala tersebut tampak olehnya. Bet…

Kartini Menerangi Indonesia

Kartini selama ini kita mengenalnya hanya sebagai seorang yang memperjuangkan emansipasi wanita dan merupakan pahlawan bagi kaum wanita. Namun pola pemikiran dari Kartini banyak dari kita yang belum paham. Bukunya yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang yang berisikan banyak pemikiran dia mengungkapkan banyak hal mengapa seorang Kartini dikenang sebagai pahlawan bagi kaum perempuan.

Di abad ke 19, dimana ketika itu sebagian besar masyarakat Indonesia masih buta huruf, Kartini muncul sebagai perempuan yang begitu banyak menorehkan pemikirannya untuk bangsa Indonesia. Pemikirannya tentang peranan perempuan dalam keluarga dan masyarakat, Kegelisahannya tentang agama, dan penolakkannya terhadap budaya feodal tertoreh jelas pada tulisan Kartini dalam surat-suratnya.

Surat-surat Kartini untuk pertama kalinya diterbitkan pada 1911 di Semarang, Surabaya, dan Den Haag atas prakarsa Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda, Mr Jacques Henry Abendanon dengan judul Door Duister…

Alfred Nobel : Kisah Dibalik Penghargaan Paling Bergengsi Di Dunia

Nama Nobel selalu dikaitkan dengan penghargaan kemanusiaan. Tak banyak yang tahu beragam sisi hidup si penggagas, yang juga seorang penemu dinamit, penyair yang penyendiri, dan inventor jenius.

Swedia, 21 Oktober 1833, lahirlah seorang bayi laki-laki yang dinamai Alfred, putra keempat dari Immanuel Nobel, penemu dan insinyur sukses yang membangun jembatan dan gedung. Dari pihak ayah, Alfred masih keturunan Olof Rudbeck, ilmuwan terkenal dari abad 17 yang membantu Swedia berkembang pesat.
Ironisnya, meski sang ibu, Andriette Ahlsell, berasal dari keluarga kaya, pada tahun ketika Alfred lahir, ayahnya mengalami kebangkrutan. Perusahaannya ditutup dan ia terpaksa mencari peruntungan di negeri lain, yaitu Finlandia. Andriette sendiri tetap di Swedia untuk mengasuh putra-putranya sambil membuka toko kelontong.

Pada 1842, kondisi keuangan keluarga Nobel kembali stabil, dan mereka semua hijrah ke St. Petersburg, Rusia, dimana Immanuel bekerja sebagai pembuat senjata. Putra-putra Nobel menda…

Aisha Uddin : Demi Islam, Kuhadapi Segala Tantangan

“Keluargaku tak senang. Mereka terus memprotes identitas Muslmiku, terus menginterogasi jika aku mengenakan jilbab,” keluh Aisha Uddin. Laura, demikian nama lamanya sebelum menjadi Muslimah. Namun, demi meleburkan hatinya pada jalan Islam yang lurus, ia kini enggan menggunakan nama itu. Ketulusan dan keikhlasannya menjadi Muslimah rupanya tak berbanding lurus dengan respons orang tua dan keluarganya. Mereka menolak keras keislamannya. Namun, wanita Inggris ini tetap setegar karang.
Usia Aisha baru menginjak 20 tahun saat memutuskan untuk memeluk Islam. Namun sejatinya, jauh sebelum itu ia telah merasa penasaran dengan Islam. Saaat remaja, ia sering diam-diam ke masjid dekat rumahnya. Ia menyelinap dan bertanya tentang Islam kepada siapa saja yang ada disana. Namun, belum lengkap pengetahuan Aisha tentang Islam, ia dan keluarganya pindah ke kota lain, Birmingham. Kepindahan keluarganya justru membawa hal positif bagi Aisha. Di Birmingham, Aisha mengenal beragam agam. Ia pun lebih ban…

Perjalanan Hidup Bob Sadino

Bob Sadino (Lampung, 9 Maret 1933), atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.

Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lloyd di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indon…

Marie Tussaud : Kisah Pengukir Lilin Yang Mengabadikan Tokoh Dunia

Mendengar nama Madame Tussaud's, kita langsung terbayang museum penuh patung lilin yang wajib dikunjungi. Meski sang pendirinya menyimpan sebuah kisah kelam, jaringan museumnya senantiasa menawarkan kegembiraan dan inspirasi.
Hidup Marie Tussaud berawal ketika ia lahir dengan nama Anna Maria Grosholtz pada 1 Desember 1761, di tengah keluarga miskin di Perancis. Lingkungannya begitu miskin hingga orang-orang disana biasa menjual gigi mereka agar bisa membeli makan. Ayah Marie adalah seorang tentara, namun ia harus tewas terbunuh di tengah medan perang dua bulan sebelum putri kecilnya lahir. Sang ibu yang menjanda kemudian pergi ke Swiss untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Ia mendapat pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga di rumah seorang dokter bernama Phillipe Curtius. Dokter yang baik hati ini mengizinkan ibu Marie dan bayi perempuannya untuk tinggal di rumahnya. Sebagai seorang dokter, Curtius memiliki minat yang tidak biasa pada seni ukir lilin. Mulanya…

Agatha Christie : Prahara Hidup Sang Pengarang Misteri

Bulan ini, seandainya ia masih hidup, Agatha Christie berusia 122 tahun. Tak banyak yang tahu, sang pengarang punya kisah hidup yang tak kalah dramatis dari karya-karyanya. Devon, Inggris, tahun 1890. Seorang bayi perempuan, anak bungsu dari antara tiga bersaudara, dilahirkan di tengah keluarga konservatif. Ia diberi nama Agatha May Clarissa Miller. Meski keluarganya berkecukupan secara materi, sang putri cilik tidak pernah disekolahkan. Hanya ada tutor yang secara teratur berkunjung untuk mengajarkan Agatha berbagai ilmu dasar. Tak heran, Agatha kecil yang pemalu dan sensitif kerap menemukan dirinya menganggur dan bosan setengah mati. Kadang, ia menciptakan permainan untuk dirinya sendiri. Setiap akhir pekan, keluarganya beribadah bersama di gereja. Agatha sendiri tergolong "anak mami" - selain sebagai ibu, Mrs. Miller kerap bertindak sebagai tutor pribadi Agatha. Ia juga yang menjadi sosok pertama yang mendorong Agatha untuk sering menulis. Kehidupan Agatha…

Virus Berbahaya

Nyanyian Si Burung Penuntun Madu