Thursday, March 7, 2013

Agatha Christie : Prahara Hidup Sang Pengarang Misteri

Bulan ini, seandainya ia masih hidup, Agatha Christie berusia 122 tahun. Tak banyak yang tahu, sang pengarang punya kisah hidup yang tak kalah dramatis dari karya-karyanya. Devon, Inggris, tahun 1890. Seorang bayi perempuan, anak bungsu dari antara tiga bersaudara, dilahirkan di tengah keluarga konservatif. Ia diberi nama Agatha May Clarissa Miller.
Meski keluarganya berkecukupan secara materi, sang putri cilik tidak pernah disekolahkan. Hanya ada tutor yang secara teratur berkunjung untuk mengajarkan Agatha berbagai ilmu dasar. Tak heran, Agatha kecil yang pemalu dan sensitif kerap menemukan dirinya menganggur dan bosan setengah mati. Kadang, ia menciptakan permainan untuk dirinya sendiri.
Setiap akhir pekan, keluarganya beribadah bersama di gereja. Agatha sendiri tergolong "anak mami" - selain sebagai ibu, Mrs. Miller kerap bertindak sebagai tutor pribadi Agatha. Ia juga yang menjadi sosok pertama yang mendorong Agatha untuk sering menulis.
Kehidupan Agatha baru mulai berwarna ketika Perang Dunia I meletus. Tepat di awal perang, yaitu pada 1914, Agatha yang baru berusia 24 tahun menikahi pilot pesawat tempur bernama Archibald Christie alias Archie, dan mengubah namanya menjadi Agatha Christie.
Saat Archie bertempur, Agatha bertugas sebagai perawat di rumah sakit. Di sini, dorongan kreatif Agatha kerap muncul saat ia menghabiskan waktu merawat tentara yang terluka, apalagi saat ia "berkenalan" dengan berbagai bahan kimia yang bisa dipakai sebagai racun, seperti strychnine dan ricin. Gagasan untuk menulis kisa misteri muncul di benaknya. belajar bahasa inggris mudah

Terciptalah detektif Hercule Poirot, pensiunan polisi Belgia yang berpenampilan necis dan berkumis tebal, dalam naskah berjudul The Mysterious Affair at Styles. Naskah ini disimpan oleh Agatha hingga 5 tahun lamanya, sebelum akhirnya terbit dan direspons positif oleh publik.
Sejak itu, Agatha merasa ia telah menemukan panggilan hidupnya yang sesungguhnya, yakni menjadi pengarang. Ia terus produktif berkarya, dan novel-novelnya selalu disambut hangat oleh penggemar maupun kritikus.

No comments:

Post a Comment