Skip to main content

Beda PC Gaming Dengan PC Editing

Warna Warni - Halo teman-teman banyak dari kita yang belum mengetahui beda antara PC untuk bermain game atau lebih sering disebut PC gaming dengan PC untuk mengedit, katakanlah untuk mengedit video, karena sekarang ini banyak sekali kan yang posting video di youtube, dan kemudian menjadi tenar dan menjadi artis youtube.

Hal seperti ini menjadikan banyak orang seperti berlomba untuk membuat video yang bisa mereka upload ke youtube, dan tentunya ini membutuhkan pengeditan ketika kita hendak mengupload ke youtube dengan tampilan video yang menarik.

Tentunya hal ini yang akan membedakan antara PC untuk gaming dan PC untuk editing. Yuk kita simak video di bawah ini yang mensharingkan perbedaan antara PC gaming dengan PC Editing.


Untuk versi teksnya teman-teman bisa membacanya di bawah ini,


Perbedaan Terbesar PC Gaming Dengan PC Editing

Hei, kembali lagi sama gue Alfin, kali ini kita akan membahas apa sih bedanya PC gaming dengan PC editing. Jadi apa sih perbedaan antara PC gaming dengan PC editing? Nah biasanya perbedaan terbesar itu ada di pemilihan prosesornya. Dimana untuk PC gaming antara Intel Skylake Core i-5 6400 yang harganya 2 jutaan, dengan Intel core i-7 6700 yang harganya 4 jutaan, performa gamingnya ngga beda jauh. Untuk hasil benchmarknya kalian bisa lihat video dari Techno Kitchen berikut.

Atau kalian bisa lihat perbandingan antara Intel i-5 6600K yang harganya 3 jutaan dibandingkan dengan Intel core i-7 6700K yang harganya 4 jutaan. Jika memakai NVIDIA GTX 980. Di game Alien Isolation Intel core i-5 mendapatkan rata-rata fps 179 sedangkan Intel core i-7 mendapatkan rata-rata 178 fps. Cuma beda 1 frame per second. Di game GRID Autosport Intel core i-5 mendapatkan rata-rata 104 fps sedangkan Intel core i-7 mendapatkan rata-rata 108 fps. Perbedaannya cuma 4 fps. Nah di game GT5 Intel core i-5 6600K mendapatkan rata-rata 73 fps, sedangkan Intel core i-7 6700K mendapatkan rata-rata 74 fps, cuma beda 1 fps.

Nah dari benchmark video, dan data dari Anand Tech kita bisa simpulkan bahwa dengan menggunakan Intel core i-5 6600 itu sudah cukup untuk main game-game jaman sekarang dengan cukup baik mengingat dibandingkan dengan menggunakan prosesor Intel core i-6700K dimana harganya hampir satu setengah kali lebih mahal performa yang diberikan tidak terlalu sebanding. Tapi ngga salah juga kalau kita pakai Intel core i-7 6700 untuk main game. Karena semakin cepat prosesornya maka komputer tersebut akan semakin future proof, jadi ke depannya kita ngga perlu mengganti prosesor lagi. Kita cukup mengganti graphic cardnya.

Nah kalau barusan kita sudah tahu bagaimana memilih prosesor untuk PC gaming, sekarang apa bedanya dengan PC editing. Nah untuk PC editing gampangnya makin bagus prosesornya maka akan semakin bagus PC tersebut untuk editing.

Untuk list benchmarknya, kalian bisa buka link dari Tom's Hardware yang ada di kolom deskripsi yang ada di bawah. Di sini bisa kita lihat bahwa waktu encoding dengan menggunakan Intel core i-5 6600K dibandingkan dengan Intel core i-7 6600K perbedaannya cukup jauh yaitu selisih 28 detik. Lalu bagaimana jika dilakukan editing gambar seperti misalnya menggunakan aplikasi Photoshop? Untuk hasil benchmarknya kalian dapat lihat link dari Tom's Hardware yang ada di kolom deskripsi.


Kesimpulan Beda PC Editing Dengan PC Gaming

Jadi dari data-data tadi kita bisa simpulkan bahwa untuk PC editing makin bagus prosesornya maka makin bagus juga PC editing tersebut. Sekarang ke bagian yang kedua, yaitu pemilihan graphic cardnya. Untuk PC gaming sudah tentu, semakin bagus graphic cardnya maka semakin bagus PC tersebut untuk bermain game. Untuk PC editing? Sama juga! Semakin bagus graphic cardnya maka akan semakin bagus PC tersebut untuk editing, tapi tidak seperti pemilihan graphic card untuk gaming, karena hanya efek-efek tertentu yang akan dipercepat encodingnya oleh graphic card. Untuk lebih jelasnya kalian bisa melihat data berikut, dari hasil tersebut maka pemilihan graphic card sangat bervariasi tergantung timelinenya. Makin banyak efek yang didukung GPU akselerasi di timeline maka akan semakin efektif graphic cardnya. Tapi jika tidak banyak efek yang didukung oleh GPU Acceleration maka tidak terlalu efektif pemakaian graphic cardnya. Nah itu dia perbedaan yang paling besar menurut gue kalau loe pingin membangun PC untuk gaming dengan kalau loe ingin membangun PC untuk editing.

Nah semoga video ini bisa membantu loe yang masih bingung, apa sih perbedaan antara membangun PC untuk editing dengan membangun PC untuk gaming. Nah kalau loe tahu apalagi perbedaannya, atau loe punya saran atau kritik bisa ditulis di kolom komentar yang ada di bagian bawah. Atau kita bisa diskusikan hal tersebut di group di facebook. Oke, sekian dulu untuk materi video ini, like jika kalian suka dengan video ini, share jika kalian rasa video ini bermanfaat dan jangan lupa SUBSCRIBE untuk video-video selanjutnya.

Beda PC Gaming Dengan PC Editing

Nah seperti itu sharing oleh Alshofien Tech yang bisa kita simpulkan bahwa kalau kita lebih untuk PC editing maka kita lebih mempertimbangkan prosesornya, sebaiknya pilih yang paling cepat, dan pertimbangan yang keduanya barulah graphic cardnya. Sementara kalau PC untuk gaming sebaliknya.

Semoga sharing ini bermanfaat dan kalau teman-teman suka dengan apa yang disharingkan oleh Alshofien Tech di videonya, kalian bisa SUBSCRIBE ke youtube channelnya untuk mendapatkan info lain mengenai komputer yang lebih menarik lagi tentunya.



Baca juga:
  1. Merakit PC Untuk Keperluan Desain Interior
  2. Merakit PC Untuk Keperluan Photoshop
  3. Biaya Hidup Di Jerman Untuk Mahasiswa

Popular posts from this blog

Perjalanan Hidup Bob Sadino

Bob Sadino (Lampung, 9 Maret 1933), atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.

Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lloyd di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indon…

Kisah Louise Braille

Bagi kaum tunanetra sosok Louis Braille ini ibarat sosok Prometheus. Berkat perjuangan dari Louis Braille dalam menciptakan huruf yang kini kita kenal dengan huruf Braille ini Louis Braille membuka banyak mata para kaum tunanetra sehingga bisa 'melihat' dunia melalui tulisan. Mari kita simak kisah hidupnya..

Prometheus dalam mitologi Yunani adalah titan yang mencuri api milik para dewa yang kemudian diberikannya kepada manusia agar manusia bisa mengembangkan peradaban. Karakter kepahlawan yang seperti Prometheus ini bisa kita jumpai pada diri Louis Braille ini.

Kira-kira lebih dari 200 tahun yang lampau, di Perancis di sebuah desa kecil disana, hiduplah sebuah keluarga sederhana di sebuah rumah batu yang mungil. Simon Rene Braille, seorang kepala keluarga yang menghidupi istri dan empat orang anaknya dengan bekerja membuat pelana kuda dan sadelnya bagi para petani di daerahnya.

Pada 4 Januari 1809, lahirlah seorang anak terakhir dari keluarga Simon Rene Braille, yang diberi n…

Vincent van Gogh : Pusaran Badai Hidup Sang Jenius Seni