Thursday, February 16, 2017

Legenda Bukit Posuak

Warna Warni - Begitu memasuki Jorong Kotogodang Maek, saya langsung dapat melihat sebuah bukit membentang di ujung timur laut sana. Uniknya, pada bagian atas bukit itu terdapat bolongan berbentuk pola seperempat lingkaran seperti habis ditusuk oleh sesuatu, sehingga dari celah tersebut tampak secuil warna biru langit di baliknya.


Itulah Bukit Posuak, landmark Nagari Maek. Dalam bahasa Minang, kata posuak membang berarti bolong alias tembus. Di beberapa tempat di nagari ini, pemandangan Sungai Batang Maek yang mengalir tenang, atau hamparan sawah-sawah hijau berlatarkan bukit ini sungguh menyejukkan mata.

Celah Bukit Posuak dapat dicapai dalam waktu satu setengah jam dari Jorong Ronah, setelah menempuh rimba-rimba. Sesampainya disana, pengunjung dapat menyaksikan keindahan panorama Nagari Maek di sebelah barat dan Nagari Gunuang Malintang di sisi timur.

Menurut penuturan penduduk setempat, Barmawi (78 tahun), keunikan Bukit Posuak ini punya nilai daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. “Beberapa turis yang sudah sampai ke sana ada yang berasal dari Amerika Serikat, Belanda, Jerman, dan Jepang, “paparnya.

Ada legenda yang berkembang di kalangan masyarakat setempat mengenai asal muasal bolongan di bukit itu. Konon, dahulu ada seorang sakti bernama Baginda Ali, penguasa Maek dan Gunuang Malintang. Tubuhnya besar dan makannya banyak. Dia digambarkan sebagai raksasa dengan sifat pemurah.

Dikisahkan ada seorang warga Gunuang Malintang berburu rusa tanpa sepengetahuan Baginda Ali. Padahal menurut aturan yang berlaku kala itu, setiap kegiatan perburuan harus mendapat izin dari penguasa itu.

Setelah berhasil menangkap rusa, paha hewan tersebut diserahkan pemburu itu kepada Baginda Ali sebagai upeti. Namun, karena merasa tersinggung, sang raksasa tak mau menerima persembahan itu. Karena murka, diambilnya paha rusa tadi, lalu dilemparkannya sekuat tenaga, hingga mengenai sebuah bukit dan menembus batu besar yang ada di puncaknya.

Paha rusa itu mendarat di atas padang alang-alang di bukit lainnya, yang sekarang disebut Bukit Pao Ruso (Bukit Paha Rusa). Sementara puncak bukit yang bolong itu dinamai Bukit Posuak.



Baca juga:
  1. Seribu Menhir Di Dasar Bumi
  2. Cerita Dari Kampung Singkong
  3. Berkunjung Ke Masjid Cipta Rasa Cirebon

No comments:

Post a Comment