Skip to main content

Merakit PC Untuk Keperluan Desain Interior

Warna Warni - Halo teman-teman rumah ilmu kali ini artikelnya mengenai merakit PC untuk keperluan desain interior, juga untuk keperluan untuk rendering video. Nah tentunya kita kalau ingin merakit PC terlebih dahulu harus mengetahui dahulu kebutuhan kita itu untuk apa. Akan digunakan untuk apa PC tersebut nantinya, sehingga nanti komponen yang kita beli tersebut tidaklah mubazir dan memang sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Intinya tidak kurang dan tidak berlebihan juga, kalau kurang ya tidak akan bekerja dengan baik sementara kalau berlebihan kan mubazir, sayang, butuhnya cuma segitu tapi kita beli yang di atasnya, padahal featurenya juga kita tidak akan pakai juga. Jadinya ya mubazir.

Nah langsung saja yuk kita tonton videonya dari ko Steddy Lie di bawah ini,


Untuk versi audionya silakan bisa dibaca di bawah ini,


Merakit PC Untuk Keperluan Desain Rendering Video

Hai semuanya nama saya Steddy, untuk proyek kali ini saya akan merakit sebuah PC untuk render 3D, desain interior dan untuk CAD. Yuk langsung saja kita lihat spesifikasinya.


Spesifikasi PC Windows untuk Single Monitor, Full HD Rendering, 3D Design Interior, CAD.
Untuk processor kali ini saya menggunakan Intel Core i7-6700 yang berkecepatan 3.4GHz dengan socket LGA 1151 atau yang biasa disebut dengan istilah Skylake. Untuk motherboard kali ini saya menggunakan Motherboard MSI B150A Gaming Pro, alasan saya kenapa memilih motherboard ini adalah bukan karena embel-embel gaming, melainkan karena kualitas komponen yang terdapat di motherboard ini. Komponen yang terdapat di motherboard yang memiliki spesifikasi tentunya lebih bagus daripada komponen yang terdapat di motherboard standar. Dan tentunya lebih tahan lama.

Selanjutnya untuk memory saya memilih TEAM Delta 8GB (4GBx2) DDR4 berkecepatan 2400 MHz yang terdiri dari dua keping memori 4GB. Kemudian untuk GPU(Graphic Processing Unit) saya memilih MSI GeForce GTX 750 Ti OC dengan VRAM 2GB GDDR5 dan boostwidth 128 Bit. Alasan saya kenapa memilih GPU ini adalah karena PC ini hanya digunakan untuk Full HD Rendering dan editing dengan single monitor. Menurut saya GPU ini sudah lebih dari cukup untuk kinerja tersebut. Banyak yang menyarankan saya memakai GTX 980 sebagai GPU karena saya memilih processor yang cepat. Tapi saya rasa GTX 980 itu terlalu over mengingat PC ini bukan digunakan untuk rendering max 1 kota ataupun berikut isinya. Memang secara teori VRAM lebih banyak itu lebih bagus tapi itu kalau sesuai dengan kinerjanya. Dan PC ini bukan untuk gaming, saya pribadi ingin memilih NVIDIA Quadro tapi sayang sekali tidak tersedia di Indonesia.

Untuk drive saya memilih LG DVD-RW dengan 24x Write Speed dan tentunya memiliki interface SATA. Selanjutnya untuk hard disc saya memilih dua buah Seagate Pipeline HD-2 dengan ukuran 500GG. Sebenarnya saya ingin memilih SSD untuk PC ini tapi sayang sekali jikalau saya memakai SSD over budget. Kemudian untuk power supply saya memilih Thermaltake Smart DPS G 500W yang sudah memiliki sertifikasi 80+ Bronze Modular. Dengan memakai power supply ini tentunya tagihan listrik akan menjadi lebih hemat. Powersupply ini juga memiliki desain modular, pastinya dengan ini cable management menjadi lebih gampang.

Untuk casing saya memilih Thermaltake Versa N26. Untuk HSF(Heat Sink Fan) saya memilih Thermaltake Contac 21. Selanjutnya untuk fan saya memilih 1 Pack berisi 3 buah Thermaltake Riing 12 RGB 256 LED dengan Remote) dan 1 buah Thermaltake Riing 12 Red LED. Kemudian untuk UPS(Uninterruptible Power Supply) saya memilih Prolink PRO 1201FCU. Untuk Wireless Adapter saya memilih TP-Link TL-WN781ND, berkecepatan 150 Mbps bertipe Wireless N, PCI Express Adapter. Selanjutnya untuk display saya memilih LG 22MP58-VQ yang berresolusi Full HD dan berukuran 22-inch dan memiliki panel yang bertipe IPS Panel LED Monitor.


Mulai Merakit Komponen PC Menjadi Sebuah PC Komputer

Pertama-tama kita akan mulai merakit monitornya dulu. Anda bisa lihat monitor ini sangat tipis, dan dari samping anda bisa melihat bahwa monitor ini dari samping memiliki desain yang bagus. Selanjutnya kita akan mulai merakit komputer.

Kabel Manajemen

Dan inilah yang saya sebut cable management. Dan selesai! Akhir cerita, terima kasih suah menonton video ini dan jikalau anda punya pertanyaan seputar video ini tolong komen di bagian bawah. Jikalau anda menginginkan lebih banyak video yang seperti ini tolong di SUBSCRIBE di bawah juga ya, jangan lupa untuk dishare juga. Sekali lagi terima kasih dan sampai jumpa lagi di video saya berikutnya, Bubye..  


Spesifikasi PC Yang Dibangun

Spesifikasi PC yang dibangun pada video ini adalah sebagai berikut:
1. Intel Core i7-6700 @3.4GHz, LGA 1151 Skylake
2. Motherboard MSI B150A Gaming Pro
3. Memory TEAM Delta 8GB (4GBx2) DDR4 2400 MHz
4. GPU MSI GeForce GTX 750 Ti OC 2GB GDDR5 128 Bit
5. Drive, LG DVD-RW 24x Write Speed SATA
6. HDD, 2 buah Seagate Pipeline HD-2 500GB
7. PSU, Thermaltake Smart DPS G 500W 80+ Bronze Modular.
8. Casing, Thermaltake Versa N26
7. HSF, Thermaltake Contac 21
8. Casing Fan, (3x Thermaltake Riing 12 RGB 256 LED with Remote) 1x Thermaltake Riing 12 Red LED
9. UPS, Prolink PRO 1201FCU
10. Wireless Adapter TP-Link TL-WN781ND, 150 Mbps Wireless N, PCI Express Adapter.
11. Display, LG 22MP58-VQ Full HD 22-inch IPS Panel LED Monitor


Hasil Jadi PC Yang Sudah Dibangun

Hasil jadinya adalah terilhat pada gambar di bawah ini,

Merakit PC Untuk Keperluan Desain Interior

Nah kalau teman-teman suka dengan video ini jangan lupa SUBSCRIBE ya di channel youtubenya Steddy Lie itu, sehingga nanti teman-teman akan bisa mendapatkan video-video lain yang tentunya ngga kalah keren juga. Kalau begitu sampai di sini dulu artikel mengenai merakit PC untuk keperluan desain interior. Sampai jumpa.



Baca juga:
  1. Merakit PC Untuk Keperluan Photoshop
  2. Biaya Hidup Di Jerman Untuk Mahasiswa
  3. Pengalaman Naik First Class Garuda Indonesia

Popular posts from this blog

Perjalanan Hidup Bob Sadino

Bob Sadino (Lampung, 9 Maret 1933), atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.

Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lloyd di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indon…

Kisah Louise Braille

Bagi kaum tunanetra sosok Louis Braille ini ibarat sosok Prometheus. Berkat perjuangan dari Louis Braille dalam menciptakan huruf yang kini kita kenal dengan huruf Braille ini Louis Braille membuka banyak mata para kaum tunanetra sehingga bisa 'melihat' dunia melalui tulisan. Mari kita simak kisah hidupnya..

Prometheus dalam mitologi Yunani adalah titan yang mencuri api milik para dewa yang kemudian diberikannya kepada manusia agar manusia bisa mengembangkan peradaban. Karakter kepahlawan yang seperti Prometheus ini bisa kita jumpai pada diri Louis Braille ini.

Kira-kira lebih dari 200 tahun yang lampau, di Perancis di sebuah desa kecil disana, hiduplah sebuah keluarga sederhana di sebuah rumah batu yang mungil. Simon Rene Braille, seorang kepala keluarga yang menghidupi istri dan empat orang anaknya dengan bekerja membuat pelana kuda dan sadelnya bagi para petani di daerahnya.

Pada 4 Januari 1809, lahirlah seorang anak terakhir dari keluarga Simon Rene Braille, yang diberi n…

Marie Tussaud : Kisah Pengukir Lilin Yang Mengabadikan Tokoh Dunia

Mendengar nama Madame Tussaud's, kita langsung terbayang museum penuh patung lilin yang wajib dikunjungi. Meski sang pendirinya menyimpan sebuah kisah kelam, jaringan museumnya senantiasa menawarkan kegembiraan dan inspirasi.
Hidup Marie Tussaud berawal ketika ia lahir dengan nama Anna Maria Grosholtz pada 1 Desember 1761, di tengah keluarga miskin di Perancis. Lingkungannya begitu miskin hingga orang-orang disana biasa menjual gigi mereka agar bisa membeli makan. Ayah Marie adalah seorang tentara, namun ia harus tewas terbunuh di tengah medan perang dua bulan sebelum putri kecilnya lahir. Sang ibu yang menjanda kemudian pergi ke Swiss untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Ia mendapat pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga di rumah seorang dokter bernama Phillipe Curtius. Dokter yang baik hati ini mengizinkan ibu Marie dan bayi perempuannya untuk tinggal di rumahnya. Sebagai seorang dokter, Curtius memiliki minat yang tidak biasa pada seni ukir lilin. Mulanya…