Skip to main content

Pengalaman Naik First Class Garuda Indonesia

Warna Warni - Halo teman-teman kali ini kita akan menyimak pengalaman naik first class Garuda Indonesia dari mas Fitra Eri, yuk langsung saja kalau begitu kita simak bersama-sama videonya di bawah ini,



Dan untuk versi teksnya, silakan bisa dibaca di bawah ini,

Halo semuanya, selamat datang di VLOG saya dan anda bisa lihat sekarang saya berada di tempat yang tidak biasanya, biasanya saya berada di balik meja atau di dalam mobil. Sekarang saya berada di pesawat Garuda Indonesia dan ini adalah kabin termahalnya, first class! Mimpi apa saya naik first class??

Sebenarnya ini adalah perjalanan pekerjaan diundang oleh Mini untuk test drive mobil mereka di Inggris, tapi ternyata mendapatkan tiket Garuda Indonesia kelas yang tertingginya. Saya baru sekali naik first class dan langsung Garuda Indonesia sekarang kita lihat apa saja sih yang ada di dalam kabin first class maskapai kebanggaan Indonesia ini. Dan pengalaman hebat di sini bukan dimulai dari udara tapi dari darat.


Dijemput Toyota Alphard

Nanti bapak mohon ditunggu di lounge aja bapak, nanti langsung semuanya pak. Jadi ngga usah check in, semuanya diurusin kita tinggal masuk ke lounge.


Diantar Personal Assistant

Ada banyak ruangan di loungenya first class, Garuda Indonesia ini, dan ini lounge memang khusus untuk first class dan tidak dicampur dengan kelas lain.

Pengalaman Naik First Class Garuda Indonesia

Imigrasi dan check in sudah dibereskan, jadi tinggal menunggu saja di lounge. Diprioritaskan masuk duluan, Garbarata khusus first class. Kayanya kita cuma bertiga nih di satu kabin nih. Yoi. Selamat siang pak, selamat datang.


Di Dalam Pesawat

Disiapkan sandal imut, dan pramugari bernama mbak Sari memperkenalkan diri. Total ada 3 penumpang dari 8 seat yang tersedia. Dilayani 2 pramugari dan 1 chef. Cemilan caviar setelah take off.

Ini yang namanya caviar, caviar adalah telur ikan berharga yang sangat mahal. Enak kerupuknya, karena ngga terbiasa dengan makanan mahal. Jadi tempat duduk yang di tengah ini, dia bisa kalau bisa misalnya anda sama pasangan anda, tapi kalau misalnya kebetulan disamping anda, anda ngga begitu kenal atau kenal tapi ngga begitu akrab, anda bisa.

Okey, ketika anda sudah menutupnya ditambah anda juga bisa menutup pintu ini, sayangnya memang belum elektrik, jadi masih harus pake tenaga, udah deh privacy. Walaupun ngga privacy amat 100% dan masih bisa diintip tapi kaya punya ruangan sendiri.

Ah very nice! Seperti punya satu daerah kekuasaan yang tidak bisa diganggu oleh orang lain. Ada kompartemen besar di samping, amenity kit dari Hermes.

Permisi dengan pak Fitra betul? Perkenalkan saya Fadly pak, iya, selamat datang di Garuda, minta waktunya sebentar, boleh?

Berdiskusi membahas makan siang dan pilihan menunya sangat banyak! Boleh pesan apa saja dan kapan saja. Dimasak sesuai keinginan kita dan disajikan kapan saja. Ngintip tetangga dulu and then lunch is ready.. yeaay!

Appetizer: gado-gado, soup: laksa, main course: lamb chop.

Enak banget! Kematangannya kemudian tekstur dagingnya juga masih juicy, dan empuk, ngga jadi kaku dagingnya, sama harumnya itu ngga hilang.

Kemudian bersantai nonton TV. Ratusan film dan lagu tersedia. Ah ini rasanya tenang dan private banget. Lampu di atap menyerupai bintang, begitu kita sudah makan dan kita santai, pintu ditutup dan kita nikmati wifi. Ini perjalanan panjang juga tidak akan terasa melelahkan di sini.

Saya mau tidur, saat saya berganti piyama, mbak Sari menyiapkan tempat tidur. Okey, tidur dulu ya. Dan selalu yang menyenangkan karena ini airline Indonesia, guling. Mau dua hari juga ngga papa deh terbangnya.

Kemudian makan besar lagi sebelum mendarat. Persiapan mendarat di London. Terima kasih mbak Sari dan Yessi.


Saatnya Kembali Ke Jakarta

5 hari kemudian saatnya kembali ke Jakarta, okey sampai, sekarang saatnya pulang ke Jakarta. Disambut kru yang sama ternyata, diberikan password wifi.

Main course: ayam taliwang, kemudian ice cream.

Mau tahu apa yang lebih menyenangkan daripada sebuah kabin first class? Dua buah kabin first class! Karena kebetulan pesawat ini kosong, hanya ada empat orang, jadi saya bisa punya dua ruangan, sebenarnya punya tiga ruangan juga boleh, tapi saya hanya dua, satu buat tidur dan satunya buat kerja. Tadinya mau satu buat makan, tapi kayanya berlebihan, ya udah buat makan di sini aja, jadi saya punya dua ruangan.

Nonton TV lagi sampai ketiduran. Bangun tidur internetan lagi. Buah segar sebelum mendarat.

First class ini memang uang yang dikeluarkan cukup banyak. Kalau anda berpikirnya secara ekonomis, ini adalah 100 juta lebih, anda rela untuk 13 jam bolak-balik 26 jam sempit-sempitan di ekonomi, maka begitu anda mendarat di tujuan, tiba-tiba anda punya uang yang banyak untuk dibelanjakan.

Tapi memang kalau anda dari kantor mendapat jatah first class atau mendapat undangan atau anda memang ingin merasakan pengalaman yang berbeda di pesawat, saya sangat sarankan coba first classnya Garuda Indonesia.

Keramahan yang anda dapatkan dari pramugarinya, caring dari awak kabinnya, kemudian makanannya dan semua itu adalah hal yang tidak bisa dinilai dengan uang. Anda akan merasa seperti di rumah, feels like home, itu yang ngga didapat di airline lain. Kaya sekarang ini mau mendarat saya rasa kok sudah mau mendarat ya, kenapa ngga bisa lebih lama lagi, saya senang interaksi dengan awak kabinnya. Saya benar-benar ngga ngerasa kaya lagi melakukan perjalanan di sini, saya benar-benar ngerasa kaya lagi di rumah, dengan banyak orang yang ngebantu.

Well, saya cuma bisa bilang, sebagai orang Indonesia saya bangga Garuda Indonesia punya yang seperti ini. Well done! So that's it teman-teman VLOG saya, kalau anda suka silakan anda klik like dan komentar di bawah.

Sampai jumpa di VLOG saya selanjutnya.

Di Kabin First Class Garuda Indonesia

Nah seperti itu pengalaman naik first class Garuda Indonesia dari pak Fitra, sampai ketemu lagi teman-teman, jangan lupa subscribe di channel youtube pak Fitra kalau kalian suka dengan videonya pak Fitra ya.



Baca juga:
  1. Menjelajahi Keindahan Raja Ampat Papua
  2. Pesona Pulau Lingga, Riau
  3. Indahnya Wisata Pantai Klayar Pacitan

Popular posts from this blog

Perjalanan Hidup Bob Sadino

Bob Sadino (Lampung, 9 Maret 1933), atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.

Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lloyd di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indon…

Kisah Louise Braille

Bagi kaum tunanetra sosok Louis Braille ini ibarat sosok Prometheus. Berkat perjuangan dari Louis Braille dalam menciptakan huruf yang kini kita kenal dengan huruf Braille ini Louis Braille membuka banyak mata para kaum tunanetra sehingga bisa 'melihat' dunia melalui tulisan. Mari kita simak kisah hidupnya..

Prometheus dalam mitologi Yunani adalah titan yang mencuri api milik para dewa yang kemudian diberikannya kepada manusia agar manusia bisa mengembangkan peradaban. Karakter kepahlawan yang seperti Prometheus ini bisa kita jumpai pada diri Louis Braille ini.

Kira-kira lebih dari 200 tahun yang lampau, di Perancis di sebuah desa kecil disana, hiduplah sebuah keluarga sederhana di sebuah rumah batu yang mungil. Simon Rene Braille, seorang kepala keluarga yang menghidupi istri dan empat orang anaknya dengan bekerja membuat pelana kuda dan sadelnya bagi para petani di daerahnya.

Pada 4 Januari 1809, lahirlah seorang anak terakhir dari keluarga Simon Rene Braille, yang diberi n…

Vincent van Gogh : Pusaran Badai Hidup Sang Jenius Seni