Skip to main content

Cara Memilih Part Komputer Untuk PC Gaming

Warna Warni - Di ini kita akan membahas mengenai cara memilih part komputer untuk PC Gaming. Ini disampaikan oleh Kios Komputer yang mana nanti videonya teman-teman bisa melihatnya di bagian akhir dari tulisan ini, di bagian bawah. Kalau mau langsung menonton videonya, silakan saja langsung ke bagian bawah.

Cara Memilih Part Komputer Untuk PC Gaming

Ada yang ditanyakan lagi? Tanya pak guru. Tanya apa? Kalau untuk ketik-ketik pake apa pak guru? Kalau untuk ketik-ketik, kamu ke Jomboran beli mesin ketik. Yang ketek-ketek itu pak guru. Ada pertanyaan? Ada. Saya kan gamer Malang. Kamu gamer? Iya, menangan? Iya. Kalah pasti. Menangan. Terus, saya kan punya uang 30 juta. Kok punya uang banyak? Dikasih mama. Oh dikasih mama karena naik kelas. Itu enaknya buat beli apa? Punya uang 30 juta, mau beli komputer? Ngga sayang? Ngga suka karaoke? Kalau saya pasti buat karaoke. Kalau saya suka game, oh suka ngegame. Oh game.

PC Untuk Gaming

Ini lebih unik lagi daripada PC untuk video editing sama audio editing. Unik! Ya kan? Guruya watuk. Entek ngombene pak guru. Ngga ada sponsor ini, wah susah. Jadi gaming ini sangat berbeda dengan yang lain-lain. Ini CPU atau prosessor. Karena game-game sekarang ini jarang support dengan dual processor, kaya Tour of Duty atau Battle Field, itu rata-rata sudah menggunakan 4 core. Jadi saran saya harus menggunakan processor yang sudah 4 core. Nah 4 core ini ada banyak, dari intelnya ada G450, ada i3-7100, i5-7400, i7-7700 atau K, kalau Sultan pake i-9, kalau Sultan lagi pake i-20. Ada itu pak guru? Nanti itu saya buat sendiri.

Kalau untuk AMD tetap memakai 4 core, 1300X. Ya kan? 1500, 1500X, 1600X, 1700, 1800, kalau punya uang pake TR4, TR8 nanti saya ciptakan lagi, ini masih belum. Kenapa pake 4 core? Ya tadi itu karena game-game sudah tidak mendukung dengan dual processor, sudah menggunakan 4 processor untuk menjalankan game tersebut. Nah semakin tinggi processor ini, juga mempengaruhi FPS, seperti yang saya bahas kemarin, i-9 melawan thread ripper, spec belakangnya ini sama semua, memory, RAM dan yang lain-lainnya ini sama semua hanya berbeda processor, cuma i-9 lebih unggul, thread ripper agak dibawahnya sedikit. Nah nanti kalau Ryzen gimana. Jadi memang sangat membantu, semakin tinggi processor akan sangat membantu di FPS, cuma semakin mahal. Nah ini untuk processornya.

Memory Untuk PC Gaming

Nah kalau untuk memorynya? Minimal 8GB. Kenapa kok 8GB? Biar multitaskingnya kuat. 8GB ini untuk standar minimumnya sebuah game. Pada waktu kita ngegame, membuka task manager, itu rata-rata jalannya sekitar 4-7 GB, jadi jarang sampai mentok 8GB, kecuali game apa ya? Game ndak ada ya, rata-rata segini semua. Kalau saya lihat segini semua, tapi kalau ada dana, bisa memakai 16GB, tapi kalau menurut saya mubazir, karena 8 GB itu sudah sangat cukup untuk menjalankan game. Nah seperti itu. Kalau ada dana 16GB, kalau punya uang 32 GB, kalau anaknya presiden, 120 GB. Saran saya untuk memory, harus ada pendingin, atau heat spreader atau heatsink.

Kenapa pake ini? Karena pada waktu kita main game, itu kan panas. Pada waktu panas, heatsink ini, yang ada di memory ini membantu menstabilkan, menjaga kestabilan suhu, menjaga kestabilan performa, biar tidak terlalu drop. Nah ini fungsinya heatsink. Sama seperti fungsinya heatsink yang ada di VGA. Selain mempercantik, dia juga menstabilkan. Paham ya adik-adik? Paham pak guru. Terus VGA card ini nomor satu, sangat penting sekali VGA card, karena perannya game itu semua ada di VGA card, untuk membaca game. VGA card semakin tinggi semakin bagus, semakin kita mendapatkan FPS yang banyak, settingan ultra rata kanan sampai semua ngelepasin dari monitor bisa. Terus VGA apa yang cocok?

VGA Card Untuk PC Gaming

Nah contohnya, kalau saya memakai processor ini, game 4560, cocoknya pake processor apa? 1030, atau 1050Ti boleh, nah gini. Terus saya mau pake i3-7100 atau seri Ryzen 1300, cocokya pake apa? 1050 atau 1050Ti boleh. Kalau memakai i5 atau Ryzen 1500X, cocoknya pake apa? 1060 3GB atau 6GB, terus kalau memakai 1600 pake apa? Pake 1070 boleh, pake i7 ini pake 1070 juga boleh, pake 1080 boleh. Kalau untuk Radeonnya gimana? Kalau untuk Radeon, misalkan saya memakai D4560, sama 1300X, cocoknya pake apa? Pake RX550 sama 560, saran saya 4 GB. Nah 1500 sama i3 atau i5 atau 1600 juga, boleh memakai RX570 sampai 580, semakin tinggi ya semakin tinggi VGA card, jadi jangan merakit, i7 processornya, RAM-nya 8GB, VGA-nya 1050Ti, bottle neck. Ya kan? Jadi ya pantesnya mana i7? Pantesnya adalah 1060 ke atas, sampai 1080. Nah gitu. Terus kalau sudah pas semua, masih bottle neck, masih kurang bagus, masih ngelag ngelag, pake SSD atau intel optane. Nah jadi proses pengkalkulasian gambar, pengambilan data, pengambilan audio, dan lain-lain bisa dipercepat, bisa tidak ngelag lah seperti itu. Jadi paham ya? Paham.

Kalau processornya i5 ya belinya sesuai dengan i5. Pake 1050, atau 1060 bagus. Pake 1070 bagus tapi lebih bagus lagi kalau pake i7, terus kalau habis begitu, memory itu rada banyak. Motherboard, ada 2133, 2400, 2666 dan 3200. Cocoknya pake yang mana? Kalau 2133 itu H110. 2400 itu B-250, 2666 pake H-270, 3200 pake Z-270, sama saja dengan Radeon. Kalau Radeon, dia itu supportnya lebih tinggi. Kalau memorynya 2133 sampai 2666 sudah bisa disupport dengan B-350. Sampai 3200 bisa pake B-350 juga, atau X-370. Nah terus kalau memory ini, ngefek ngga buat game? Sangat ngefek.

Memory semakin tinggi, 3200MHz, bisa membantu kinerja FPS, semakin rendah, ya standar. Ya kan? Pada waktu kita main di 2133 kita mendapatkan 80 FPS, pada waktu di 3200 kita akan mendapatkan 85 kadang-kadang sampai 90 FPS. Sangat membantu. Terus motherboardnya harus memakai seri Z, atau X atau P, atau X-370. Nah memakai motherboard yang ini. Otomatis kalau 3200 harus memakai processor yang i7 atau memakai Ryzen 7. Kalau ngga punya uang pake Ryzen 5 lah, 1600X. Nah seperti itu. Sudah paham? Paham pak guru. Ada yang mau ditanyakan lagi masalah ini?

Apa Itu AMD Bristol?

Tanya pak guru, kalau processor kaya bentol yang baru itu pak guru, yang A8A6 itu untuk apa pak guru? Bristol? Oh Bristol itu persamaan dari pentol. Oh pentol? Yang bulet-bulet itu? Iya. Oh, jadi bristol itu adalah teknologi terbaru dari AMD. Dia lebih banyak GPU daripada CPU. Lebih banyak ini, ininya sedikit. Kalau Ryzen, kebalikannya, lebih banyak CPU. Gitu, makanya AMD Bristol ini, kita main tanpa VGA card dengan memakai A10 atau A12, kita bisa main game, online seperti DOTA2 dengan settingan high di 30 sampai 50 FPS Full HD, sudah saya tes ini kemarin. Ini bristol sudah memakai DDR4, bukan DDR3, karena DDR3 sekarang sudah susah. Jadi saran saya kalau merakit harus memakai DDR4. Terus nanti minggu depan, ujian minggu depan, saya akan mengulas tentang Coffelake, Intel generasi ke-8. Nah tapi ngga akan saya bahas di sini, biar buat PR-PR dulu. Bulan depan saya akan mengulas Coffelake melawan Ryzen, tunggu aja ya pokoknya, jangan lupa SUBSCRIBE. Sudah gitu aja dari suhu, sekarang pulang, bobo manis, cuci kaki cuci tangan. Oke? Iya pak guru. Salam teknologi.

Nah untuk videonya teman-teman bisa menontonnya di bawah ini.


Kalau suka dengan videonya, jangan lupa SUBSCRIBE di channelnya Kios Komputer ya karena banyak video-video lainnya yang tidak kalah bagusnya. Kalau begitu sekian dulu sharing mengenai cara memilih part komputer untuk PC Gaming ini ya.


Baca juga:
  1. Cara Memilih Part Komputer Untuk PC Editing
  2. Dasar-Dasar Cara Merakit Komputer
  3. Laptop Murah Spec Dewa

Popular posts from this blog

Perjalanan Hidup Bob Sadino

Bob Sadino (Lampung, 9 Maret 1933), atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.

Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lloyd di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indon…

Kisah Louise Braille

Bagi kaum tunanetra sosok Louis Braille ini ibarat sosok Prometheus. Berkat perjuangan dari Louis Braille dalam menciptakan huruf yang kini kita kenal dengan huruf Braille ini Louis Braille membuka banyak mata para kaum tunanetra sehingga bisa 'melihat' dunia melalui tulisan. Mari kita simak kisah hidupnya..

Prometheus dalam mitologi Yunani adalah titan yang mencuri api milik para dewa yang kemudian diberikannya kepada manusia agar manusia bisa mengembangkan peradaban. Karakter kepahlawan yang seperti Prometheus ini bisa kita jumpai pada diri Louis Braille ini.

Kira-kira lebih dari 200 tahun yang lampau, di Perancis di sebuah desa kecil disana, hiduplah sebuah keluarga sederhana di sebuah rumah batu yang mungil. Simon Rene Braille, seorang kepala keluarga yang menghidupi istri dan empat orang anaknya dengan bekerja membuat pelana kuda dan sadelnya bagi para petani di daerahnya.

Pada 4 Januari 1809, lahirlah seorang anak terakhir dari keluarga Simon Rene Braille, yang diberi n…

Vincent van Gogh : Pusaran Badai Hidup Sang Jenius Seni