Skip to main content

Jenis Laptop Untuk Mengedit Video

Warna Warni - Di tulisan kali ini kita akan membahas mengenai jenis laptop seperti apa yang bagus untuk mengedit video. Nah mari kita simak yuk, nanti di bagian akhir ada video yang bisa kalian tonton untuk lebih detailnya.
 
Hello Daunetizen, berjumpa lagi dengan gue, Anjasmara Dita, di Daunet. Dan kali ini gue akan ngasih tahu kalian semua yang nanya, "Bang, kira-kira laptop apa sih yang cocok buat editing video?"

Bang Anjas, kira-kira gue mau beli laptop nih. Laptop apa yang cocok buat ngedit video? Mungkin ini pertanyaannya sangat-sangat luas gitu jawabannya. Gue akan jawab sebisa mungkin dan segeneral mungkin. Jadi jawabannya bukan untuk yang pro banget, tapi untuk orang yang mau cari laptop atau mau pinjem laptop gitu ya.

Apa Kebutuhan Dari Adobe Premiere Pro?

Di sini gue akan jawab dari beberapa aspek. Yang pertama kita lihat dulu, apa sih kebutuhan dari Adobe Premiere Pro menurut Adobe? Dilihat dari system requirementnya, ini kalian bisa lihat dia harus pake prosesor yang dukung 64 bit. Nah kenapa? Karena Adobe Premiere Pro cuma bisa diinstall di sistem operasi windows yang pake sistem 64 bit. Jadi kalau tulisannya itu 32 bit, kalian cek di dxdiag, enter, kalian cek di situ tulisannya 32 bit, berarti ngga bisa dipake. Jadi harus install ulang ke 64 bit.  Gampang kan?

Jadi kalau misalnya kalian lagi install ulang ke tempat install ulang, kalian bilang, "Mas, installnya yang 64 bit ya?". Yang kedua adalah RAM-nya. Nah kalau RAM kalian sudah tahu sendiri kan. Minimal harusnya 4 GB atau 8 GB, gue rekomendasikan kalian pake di atas itu, karena ngedit video itu haus banget RAM-nya. Jadi kalau punya kalian itu 8 GB kalian upgrade jadi 16 GB, rekomendasinya segitu. Kalau harddisc, kalian bisa sesuaikan sendiri, tapi ada dua pilihan yang gue kasih, kalian pake SSD, atau pake HDD.

Beda SSD dengan HDD

Bedanya apa? Bedanya kalau kalian pake SSD, itu didalamannya kan itu ngga ada piringannya. Jadi lebih kencang, dia pake sistem yang terbaru, tapi harganya sendiri SSD itu lebih mahal daripada HDD. Selisihnya berapa? Selisihnya jauh banget. Kalau 1,5 juta mungkin kalian bisa pake untuk beli hard disc 1 TB, tapi kalau beli SSD, kalian cuma dapat sekitar 250-an GB. Gunanya apa? SSD ini untuk nyimpen windows kalian dan aplikasi kalian, jadi waktu dijalanin itu kencang.

Setelah ini adalah graphic card-nya. Kalau kalian pake graphic card yang standar pun, Intel HD pun sebenarnya sudah bisa kok, gitu. Kecuali kalian mau pake efek yang berat-berat. Nah nanti ngaruhnya dimana? Ngaruhnya di previewnya, jadi kalau kalian lihat atau lagi nontonnya, kalau graphic card kalian semakin bagus, biasanya real time playnya jauh lebih bagus. Kalian bisa baca sendiri untuk spesifikasi di Adobe langsung, nanti gue kasih linknya, di deskripsi. Kalian bisa baca fullnya di situ.

Laptop Untuk Ngedit Video

Nah untuk laptopnya seperti apanya, ini akan gue jelaskan sekarang. Di sini gue akan menjelaskan 3 jenis laptop yang bisa kalian pakai ngedit pake Adobe Premiere Pro. Yang pertama kita mulai dari kelas yang paling standar dulu, yaitu notebook biasa. Nah ini yang biasanya 14 inchi, 15 inchi yang biasa kalian pake, dalam artian, ini paling umum dipake dan ukurannya paling standar. Harganya juga paling terjangkau. Gue rekomendasiin kalian pake kalau di Asus itu Asus X series atau Asus A series.

Yang kedua adalah gaming notebook. Nah ini kalau kalian fokus di bagian video graphic, kalian bisa pake gaming notebook, karena kenapa? Spesifikasinya sangat mumpuni. Kalau namanya gaming notebook, pasti dia pake spesifikasi yang tinggi. Contohnya kalau ini G752, nah ini dari RAM-nya sendiri yang dibutuhkan 8 GB, dia sudah bisa menunjang sampai sekitaran 32 GB. Nah kalau dari SSD itu dia sudah pake SSD plus HDD, jadi dua-duanya ada. Untuk nyimpan data di HDD, untuk nyimpen OS dan aplikasinya, itu bisa di SSDnya. Lumayan gede sih, 1 TB HDD, sama 500GB SSD, sudah mumpuni banget itu. Dia kalau dari graphic card sudah pake NVIDIA GTX 1070. Wooh. Ini recommended banget buat kalian yang memang fokus banget untuk ngedit video plus bisa main game. Jadi kalau mau main game di sini juga bisa, ya kalau weekend mungkin bisa main game, hari-hari biasa untuk ngedit video. Ini mumpuni banget. Gue senang banget, tapi ini berat banget, kurang lebih 4 sampai 5 kg, itulah sebabnya mengapa perusahaan yang memproduksi laptop menghadirkan yang namanya Ultrabook.

Ini adalah Asus tipe Zenbook 3. Nah ini laptop ini memang sangat-sangat kecil dan tipis. Tapi dia sudah pake spesifikasi yang tinggi. Yang pertama kita intip dulu. Dari RAM, ini yang pertama orang banyak sorotin, RAM-nya berapa? Padahal juga ngga tahu RAM itu apa itu kan? Nah kalau dari RAM-nya itu sendiri ini sudah pake RAM 16GB. Terus kalian tahu prosesornya? Intel i7 generasi  ke-7. Kalau dari spesifikasi lainnya pasti sudah menunjang dong. SSD gitu lho dan lain-lain.

Oke itulah sebatas informasi asal-asalan yang gue kasih. Ya bukan asal-asalan juga sih, maksudnya nyantai aja secara general gue membahasnya. Supaya kalian juga memahami, sorry buat yang pro yang kalian merasa, "Bahasa loe kok ini banget sih, biasa banget sih?". Ngga, gue pingin orang-orang yang baru belajar ngedit, yang baru mau pake Adobe, kita semua tahu, semuanya tahu, dan kalau kita mau install kita tahu apa syarat-syarat yang harus kita penuhi untuk beli laptop baru atau untuk laptop yang mau kita pake untuk ngedit video.

Nah itulah seputar pertanyaan laptop apa yang mau kalian beli, silakan kalian pertimbangkan laptop yang kalian mau beli, gue sudah ngasih beberapa saran, silakan kalian pilih sendiri. Nah ada beberapa informasi yang gue tambahkan di deskripsi, kalian bisa cek dan kalian bisa klik link yang gue kasih dan gue minta kalian untuk share ke orang-orang yang mungkin butuh informasi ini.

Thank you for watching.

Nah silakan ditonton videonya di bawah ini, dan kalau kalian suka dengan videonya, jangan lupa SUBSCRIBE di youtube channelnya ya.


Kalau begitu kita sudahi dulu artikel jenis laptop untuk mengedit video ini. Sampai ketemu lagi.


Baca juga:
  1. Cara Memilih Part Komputer Untuk PC Gaming
  2. Cara Memilih Part Komputer Untuk Merekam Audio
  3. Dasar-Dasar Cara Merakit Komputer

Popular posts from this blog

Perjalanan Hidup Bob Sadino

Bob Sadino (Lampung, 9 Maret 1933), atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.

Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lloyd di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indon…

Vincent van Gogh : Pusaran Badai Hidup Sang Jenius Seni

Kisah Louise Braille

Bagi kaum tunanetra sosok Louis Braille ini ibarat sosok Prometheus. Berkat perjuangan dari Louis Braille dalam menciptakan huruf yang kini kita kenal dengan huruf Braille ini Louis Braille membuka banyak mata para kaum tunanetra sehingga bisa 'melihat' dunia melalui tulisan. Mari kita simak kisah hidupnya..

Prometheus dalam mitologi Yunani adalah titan yang mencuri api milik para dewa yang kemudian diberikannya kepada manusia agar manusia bisa mengembangkan peradaban. Karakter kepahlawan yang seperti Prometheus ini bisa kita jumpai pada diri Louis Braille ini.

Kira-kira lebih dari 200 tahun yang lampau, di Perancis di sebuah desa kecil disana, hiduplah sebuah keluarga sederhana di sebuah rumah batu yang mungil. Simon Rene Braille, seorang kepala keluarga yang menghidupi istri dan empat orang anaknya dengan bekerja membuat pelana kuda dan sadelnya bagi para petani di daerahnya.

Pada 4 Januari 1809, lahirlah seorang anak terakhir dari keluarga Simon Rene Braille, yang diberi n…